Ilmu tidak akan mati dan putus bila kita saling berbagai untuk meningkatkan pengetahuan dan pemikiran, kita butuh informasi yang valid dan berguna.

Menjelajah waktu untuk sebuah impian

Menggali informasi dan ilmu melalui internet menambah literasi

Mencari Ilmu Menembus Dunia Maya

Berekpresi dalam mengajar maupun belajar memanfaatkan internet sebagai medianya.

Membuat Strategi Pengajaran yang lebih Baik

Seorang pengajar harus lebih cerdas dalam mengajar anak didiknya.

Guru Harus Mengikuti Perkembangan Zaman (SIKON)

Mengikuti dunia milenial agar eksis dalam mengajar.

Guru Harus Bisa Berinovasi dan Berkreasi

Mencoba dan mencoba untuk lebih baik lagi daripada diam tidak bertindak.

Selasa, 28 Juli 2020

Memahami layout dan komposisi


Layout dan komposisi dalam desain grafis merupakan hal yang penting diketahui untuk menguasai teknis desain yang benar.
√ Desain Grafis: Pengertian, Jenis, Prinsip, Elemen, Aplikasi
Layout dan Komposisi Dalam Desain Grafis (https://www.yuksinau.id/)

Pada dasarnya komposisi dan layout dapat ditentukan melalui insting, insting ini bisa didapat dengan banyaknya pengamatan ataupun latihan. Dalam penentuan komposisi dan layout terkadang kita tidak bisa terpaku terhadap keinginan kita semata, namun juga memerlukan penilaian dari orang lain.

Komposisi dan layout juga berkembang sesuai selera dan trend, dulu orang suka meletakkan objek di tengah tengah, namun sekarang hal tersebut relatif kesan atau cerita apa yang ingin didapatkan dari gambar yang dihasilkan.

Nah jadi sebenarnya apa sih komposisi itu?


Dalam dunia masak memasak kita sering mendengar istilah komposisi untuk menyebutkan bahan bahan yang digunakan beserta takarannya, begitupun dalam dunia kedokteran yang menyebutkan komposisi pembuat obat dan masih banyak lagi istilah komposisi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan dalam dunia desain grafis, komposisi bisa diartikan secara simpel sebagai berikut


 Komponen yang tergabung dan tersusun dalam gambar yang menceritakan maksud ataupun pesan dari gambar.

Lalu, layout itu apa?

Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah tentang layout dalam desain grafis. Ketika komposisi sudah bagus namun layout yang salah, maka hanya akan menghasilkan karya yang kurang sempurna.


 Layout adalah penempatan komposisi pada gambar, seperti huruf, warna, gambar dan lain-lain

Berikut ini adalah prinsip dalam menentukan komposisi dan layout dalam desain grafis:

 1. Keseimbangan / Balance
Seimbang yang dimaksud adalah bukan rata kiri dan kanan saja, seimbang yang dimaksud adalah proporsional dalam menempatkan komponen desain seperti text, gambar, warna dan lain lain.
Keseimbangan (designmantic.com)

2. Kesesuaian / Proximity

Desain bukan hanya untuk membuat sesuatu karya seni tapi juga untuk menyampaikan pesan pembuatnya kepada orang lain. Tapi hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian atau "nyambung"nya apa yang ditampilkan dengan apa yang ingin disampaikan..
Proximity (slideshareimage.com)

Misalnya tidak menampilkan warna ceria untuk poster sumbangan korban gempa atau korban perang.

Atau menampilkan gambar pekerja tambang untuk promosi sekolah.
3. Kesejajaran / Alignment
Pengaturan letak suatu objek pada halaman desain sangat mempengaruhi pesan ataupun kenyamanan pengguna dalam melihat suatu desain grafis.
tecfa.unige.ch

4. Konsistensi
Suatu desain akan mudah dikenali dari warna, bentuk, jenis huruf ataupun komponen lain. Untuk itu gunakan hal yang sama pada setiap desain untuk menjadi ciri khas.

Coba deh  perhatikan botol minuman ringan ini, walaupun beda warna namun ada hal yang tetap dipertahankan, sudah tau kan????
doctordisruption.com

5. Kontras
Penggunaan komponen yang berbeda akan memudahkan pengguna memahami pesan dari hasil karya desain yang kita buat, makanya gunakan komponen yang berbeda seperti warna misalnya agar dapat membedakan satu elemen dengan yang lainnya.
Kontras Warna

Akhirnya, mari kita padukan 5 prinsip dalam desain grafis yang sudah dijelaskan di atas.

INGAT!!!! Desain itu bukan hanya berbicara soal pengetahuan soal software yang digunakan, karena hal itu hanya berpengaruh kecil dalam hasil karya yang dihasilkan, lebih dari itu insting adalah yang terpenting dalam dunia desain.

Insting bisa terbentuk dari banyaknya latihan dan pengamatan untuk mencari ide ataupun inspirasi.
 Diskusi Kelas !
Berikan Komentar kalian di kolom komentar blog ini 
Bagaimana Pendapat Anda mengenai manfaat mempelajari Desain grafis dalam kehidupan lingkungan kita !




Sumber : https://herman.berau.org/2017/09/layout-dan-komposisi-dalam-desain-grafis.html
Share:

Selasa, 05 Mei 2020

TRANSAKSI DIGITAL

Pengertian Transaksi Digital
Menurut Mursyidi (2010:39), pengertian transaksi adalah suatu kejadian dalam dunia bisnis dan tidak hanya pada proses jual-beli, pembayaran dan penerimaan uang. Namun juga akibat adanya kehilangan, kebakaran, arus, dan peristiwa lainnya yang dapat dinilai dengan uang.

Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa yunani berarti jari jemari, sedangkan Transaksi yang dilakukan dengan perantara Alat elektronik atau digital.  Bisa itu melalui dunia maya atau aplikasi.  Yang dimana penjualan tidak langsung(tidak tatap muka) konsumen dan penjual.

Ketika menjalankan bisnis atau usaha, memilih metode pembayaran merupakan salah satu unsur pembangun ekosistem bisnis yang baik. Jenis metode pembayaranpun beragam, diantaranya adalah dengan transfer, tunai, debit, dan lainnya. Jika pembayaran secara tunai maka alat pembayaran  yang biasa digunakan adalah uang. Indonesia pada umumnya mengenal dua jenis, yaitu dengan uang kartal dan uang giral.
Penggunaan Uang Kartal di Indonesia
Mengutip dari situs Bank Indonesia, uang kartal adalah uang kertas, logam, komemoratif koin, dan uang kertas komemoratif yang dikeluarkan oleh bank sentral yang menjadi alat pembayaran yang sah di suatu negara.
Di Indonesia sendiri, uang kartal merupakan yang paling umum digunakan sebagai alat pembayaran. Adapun nominal uang kartal jenis logam hadir, mulai dari: Rp100, Rp200, Rp500 dan Rp1.000. Selain itu uang kartal jenis kertas hadir, mulai dari: Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000.
Pembayaran atau transaksi dengan alat tukar ini dapat dijumpai mulai dari pasar tradisional hingga supermarket. Selain mudah digunakan, uang kartal juga efisien saat melakukan transaksi langsung antara pembeli dan penjual.
Peredaran uang kartal sudah diatur oleh pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011. Beredarnya uang kartal di masyakarat, mengutip dari kompas.com, menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsyah, akan meningkat pada musim-musim tertentu. Seperti pada ramadhan dan lebaran, dimana uang kertas akan lebih banyak digunakan masyarakat muslim untuk menjalankan tradisi membagikan uang.
Ilustrasi
Memiliki Banyak Faktor Dalam Penyebarannya
Perayaan hari besar agama di Indonesia memang memiliki tradisi yang unik, yaitu membagi-bagi uang kepada sanak famili, khususnya kepada anak-anak. Tradisi seperti ini tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan uang selain jenis kertas ataupun koin.
Sementara itu, faktor lain yang mendukung peningkatan peredaran uang kartal adalah majunya pertumbuhan ekonomi. Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi, kegiatan pembangunan sangat memengaruhi kebutuhan peredaran alat tukar. Saat itu peredaran uang kartal mencapai Rp694,8 Triliun. Sedangkan pada tahun 2016, Suhaedi menjelaskan, peredaran uang kartal sebesar RP612,5 Triliun.
Berdampak Pada Ekosistem Dagang
Peningkatan tersebut tentu akan memberi dampak yang baik bagi ekosistem dunia dagang di Indonesia. Menggunakan uang kartal sebagai alat pembayaran masih relevan dilakukan, sehingga persaingan bisnis akan semakin beragam jenisnya. Dalam menjaring ekosistem bisnis yang baik lagi lancar, jenis transaksi dewasa ini telah mempunyai ketelibatan secara khusus di masyarakat. Faktor utamanya adalah arus teknologi informasi yang semakin pesat dan merambah ke berbagai sektor.
Jika uang kartal dalam implementasinya dianggap masih relevan dan mudah dilakukan, oleh berbagai lapisan masyarakat, maka uang giral yang secara bentuk lebih ringkas juga menunjukkan efisiensi bertransaksi yang lebih mudah.
Ilustrasi
Implementasi Uang Giral Oleh Masyarakat Indonesia
Uang giral dapat diartikan sebagai uang yang dikeluarkan berupa cek ataupun bilyet giro. Jenis uang giral ini berbeda secara bentuk. Jika uang kartal terbuat dari kertas dan logam dengan nominal pasti, sedangkan uang giral ini dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan transaksi.
Mengutip dari Liputan6.com, antara uang giral biasanya hanya bisa digunakan pada kalangan tertentu, nominal yang ditulis harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak terbatas, nilai nominalnya hanya dijamin oleh bank umum yang mengeluarkan, belum ada kepastian pembayaran. Lebih ringkasnya, uang giral ini sering dikeluarkan ketika perusahaan atau seseorang melakukan transaksi yang menggunakan cek ataupun bilyet giro.
Dalam perkembangan saat ini, uang giral secara umum paling banyak digunakan masyarakat adalah kartu debit dan kartu ATM (Automated Teller Machine), dan kartu kredit. Mudahnya melakukan transaksi dengan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), menjadikan masyarakat tidak lagi perlu membawa banyak uang kartal (kertas) ketika berbelanja ataupun melakukan transaksi.
Regulasi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK)
Regulasi yang harus dijalankan pemegang APMK (masyarakat) ini juga ditentukan oleh bank swasta yang mengeluarkan kartu tersebut. Seperti contohnya adanya potongan biaya administrasi setiap bulannya, atau batas minimal dan maksimal menyimpan saldo. Mengutip laman media Tirto.id, pada tahun 2017, transaksi yang dilakukan masyarakat Indonesia menggunakan kartu kredit mencapai angka Rp25,2 Triliun. Meski angka transaksi menggunakan APMK terbilang tinggi, namun pertumbuhannya rendah.
Masih menurut Tirto.id, transaksi menggunakan kartu ATM atau kartu kredit pada periode yang sama lebih besar pertumbuhannya ketimbang uang kartal. Pertumbuhan perbulan rata-rata sebesar 1.52 persen untuk kartu ATM dan 1.3 persen untuk kartu kredit. Berbeda dengan pertumbuhan uang kartal beredar perbulan rata-rata 1.15 persen.
Berdasarkan angka rata-rata pertumbuhan transaksi menggunakan kartu ATM atau kartu kredit tersebut dapat diasumsikan bahwa masyarakat Indonesia sudah lebih terbuka dengan transaksi selain menggunakan uang kartal. Dalam hal adalah uang berbentuk kartu.
Konversi Penggunaan Jenis Uang
Saat ini,  proses transaksi atau pembayaran juga sudah lebih mudah dengan kehadiran virtual account yang ada pada aplikasi perbankan. Biasanya aplikasi ini bisa digunakan pada smartphone dan juga gawai pintar lainnya. Kehadiran alat tukar digital ini dirasa lebih efisien dan cepat dalam melakukan pembayaran.
Pesatnya perkembangan uang digital dalam melakukan transaksi, khususnya bagi masyarakat Indonesia, tidak akan mengganti uang kartal dan giral sebagai alat pembayaran yang sah.
Berdasarkan penjelasan tersebut,kemajuan teknologi digital ini yang semakin membuat ekosistem dalam dunia usaha atau bisnis akan semakin baik pertumbuhannya. Terutama dalam menjalankan arus keuangan. Anda juga harus memilih secara cermat penggunaan jenis uang yang tersedia, agar seluruh pembayaran bisa dilakukan secara efisien dan juga aman. Dapatkan konten terbaik lainya dari Mbizmarket untuk peluang usaha yang lebih baik.

Share:

soeswan.blogspot.com

Ayoo Belajar